Cubicle
TIba-tiba gue ngerasa absurd. Kayaknya ada semacam passion yang hilang dalam hidup gue. Sekarang gue lagi duduk di kantor dengan monitor LCD sebesar 17″ dihadapan gue, satu telepon, dan beberapa post note yang menempel pada cubicle tempat gue kerja. Gak ketinggalan salah satu boneka kesayangan gue yang gue kasih nama Bongci. Nih boneka emang mukanya … Read more
Bercerita diantara Syair Gibran
“… sesuatu yang paling pahit dalam penderitaan di masa kini kita adalah ingatan tentang masa lalu kita yang bahagia…” tanpa sengaja kata-kata itu muncul dari deretan kalimat di dalam buku yang kubaca sebelum ini… rasanya… tiba-tiba merasa seperti anomali… tidak, aku tidak sedang berjalan di atas air… hanya ditumpukan labirin hijau… dan aku sudah meminum … Read more
Puteri Hujan dan Kesatria
Cuaca hari ini mendung lagi. Sang Puteri sedang merajut awan putih. Satu senti. Dua senti. Tiga senti. Membentuk selimut putih untuk menutupi awan kelabu. Matahari memantulkan tirai aurora di utara. Berusaha menghibur sang Puteri yang sedikit lelah, namun berusaha tetap tersenyum. Mata air di taman Nirwana nyaris kering. Puteri Hujan tak kunjung membuat hujan. Sebenarnya … Read more
Love is Like Rain
Aku senang menulis hujan. Berkali-kali aku menulis tentang hujan di blog ku ini. Karena itu aku suka sekali pada saat ada drama seri yang bercerita tentang hujan. Judulnya “Love Rain”. Awalnya aku merasa tidak akan menyukai drama ini karena berlatar waktu 1970-an, terlalu melankolis, walaupun dilatari rintik hujan yang romantis dan jatuh cinta yang malu-malu. … Read more
Espresso
Sepertinya aku sedang produktif yah hari ini ngepost beberapa tulisan. hehe… Hari ini jadwal meeting seharian penuh. Tapi aku tetap semangat karena beberapa alasan: Pertama karena aku terhibur dinas keluar kota dan kedua: karena aku akan bertemu dengan teman-teman yang kurindukan disini. Rasanya sedikit lelah namun menyenangkan, karena aku suka mendengarkan orang-orang pintar berdiskusi. Menyenangkan, … Read more
Untitled
Pernah melukiskan roman picisan pada pilar rindu? Berusaha menyisipkan huruf diantara bilangan biner. Melabuhkan labuhan yang tak mempunyai dermaga. Nyaris mustahil namun terdengar lebih realistis dari kawanan metafora. Aku merasa sedikit gila. Seperti bertemu pada Dementor berwajah manusia. Lebih memabukkan daripada minum arak bersama bocah tua nakal. Tak bisa memecahkannya dengan logaritma. Tau kenapa? … Read more
When I See You Smile
I’m tired but my eyes didn’t want to close… My pupils are dilated, seems like I wanna little singing in words. “When I see you smile, I can face the world…” This song repeated at least 3 times in my whole day. No, I didn’t bring this song at my iPod, it repeated on the … Read more
Tempat Rahasia
Jalan setapak itu berwarna pekat. Seperti baru kemarin melewati jalan ini dengan irama detak jantung yang sama. Pelan namun begitu jelas terasa. Sejenak kupandangi tulisan kasih dalam keabadian senja, semerah lembah plum di sekat cakrawala. Mengulum sedikit bibirku, sedikit bergidik karena tau ketidakmampuan angin memeluk waktu. Aku melangkah ragu dalam bisu. Saat cermin mengingatkanku selalu … Read more
#Lesson Learned : IKHLAS
Badai esterogen menyerang saya begitu hebat beberapa hari ini. Badan terasa remuk redam dan emosi bagai ombak berkejaran berlomba-lomba menyentuh bibir pantai terlebih dahulu. Ini gila. Rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya. Dan benar saja si bulan datang lebih cepat daripada seharusnya. Rasanya sulit membuat air pada pelupuk mata ini untuk tidak tergenang dan jatuh disaat yang … Read more
“Bunga Bangkai” dalam Pencitraan
Hari-hari yang saya jalani saat ini terkadang seperti delusi di siang hari dan tumpukan slide show mengenai “Ethics 247 (24 hours and 7 days)” yaitu bagaimana menerapkan etika yang baik selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu terkait dengan adanya sosialisasi penerapan Good Corporate Governance di kantor saya. Saya harus meng-update penerapannya dalam bentuk … Read more