Who is the Prince Charming?

Malam ini saya tergelitik membuka tulisan-tulisan lama. Merangkai kata, melukis perasaan, menggambarkan keindahan. Terkadang bercerita melalui tulisan mungkin akan lebih indah dari pada diucapkan secara lisan.  Bukan begitu?

Ketertarikan akan kata-kata yang indah saya ingat saat dimulai dari ketertarikan membaca karya-karya Kahlil Gibran. Mungkin buku-buku puisi yang dulu saya senang baca itu kini sudah lusuh berdesakan bersama komik-komik di dalam kardus yang diletakkan di loteng oleh Mama saya. Atau mungkin sebenarnya lebih jauh dari itu. Ini dimulai dari ketertarikan saya membaca komik lalu beranjak ke novel-novel ABG yang ceritanya mudah tertebak dari awal hingga akhir.

Terlalu banyak membaca kisah fiksi juga telah membentuk isi kepala saya dengan mimpi-mimpi yang beraneka warna. Kecintaan membaca roman-roman picisan zaman dahulu membuat saya berangan-angan untuk mendapatkan cinta sejati dengan cara yang indah. Cinta? Menurut pandangan gadis kecil berpipi tembem seperti saya saat itu seperti mendapat boneka Barbie, begitu cantik. Dan saya? Yah, ingin cepat-cepat dewasa dan menemukan Pangeran saya sendiri. Mungkin ini adalah sesuatu akan ditertawakan terang-terangan oleh seorang PeterPan karena menurutnya menjadi dewasa adalah hal yang menakutkan. Well, saya akui, menjadi anak-anak itu menyenangkan. Tapi menjadi dewasa, adalah petualangan yang tidak akan rela saya tukar baik dengan ribuan Pancake Durian favorite saya sekalipun.

Menemukan buku harian saya saat SD, SMP, dan SMA di dalam lemari kecil disamping tempat tidur seperti menemukan harta karun berisi uang Mr. Krab yang tidak ingin diketahui oleh Squidward. Ternyata Mama menyimpannya dengan rapi. Great Mom! Saya mulai membacanya lagi. Tertawa. Sejak dulu saya memang pemimpi. Termasuk mengenai bertemu dengan seorang Pangeran atau yeah bahasa kerennya “Prince Charming”.

Entahlah apakah menulis diary pada saat ini seperti kebiasaan kaum proletar, yang jelas saya bersyukur mempunyai kebiasaan itu. Saya hanya ingin membahas sedikit mengenai definisi kata “Pangeran” pada diary saya. “Pangeran” terlanjur dicitrakan sebagai sosok yang sempurna dan saya ingin merubah sedikit pencitraan tersebut karena sepertinya kurang sesuai dengan perkembangan hormon esterogen saya. C’mon Girls, there is nothing perfect in this world like in a fairy tales! Tentu saja perubahan pencitraan ini bukan bermaksud untuk merubah impian masa kecil saya. Big No No! I have a big faith! I love fairy tales and I still keep my dreams to come true. I wanna have my only one Prince Charming, too. Yang ingin saya tekankan disini adalah poros tarik menarik pada istilah “Pangeran”. Kalau kamu tetap menggunakan pencitraan “Pangeran” dengan sosok laki-laki sempurna, girls, siap-siaplah untuk menjomblo seumur hidup, kecuali kalau kamu adalah seorang Cinderella atau Kate Middleton.

Seorang Pangeran menurut saya  bukan berarti seseorang yang sempurna, tapi bisa membuat saya  dan dia merasa sempurna bersama. Dia bukan seseorang yang mengagung-agungkan harta yang dimilikinya, berapa usaha yang dimilikinya, berapa cincin berlian yang sanggup dia beli, tapi dia merasa kaya sebanyak dia mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Dia tidak hanya pintar tapi juga cerdas. You know, smart without humble is nothing. So boys, please don’t act like you are the only one cool guy in this world to attract the girl, believe me, it’s disgusting.

Seorang Pangeran adalah semacam output dari seorang laki-laki sejati yang dapat menjaga kehormatan ibunya dan saudara perempuannya. Mampu menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan. Hal fatal yang biasanya membuat seorang perempuan cepat “turn off” adalah perihal “ngeles”. Jadi, biarlah yang ahli “ngeles” itu hanyalah tukang bajaj saja. Percayalah wanita lebih senang apabila lelaki itu bicara jujur apa adanya. Jangan pernah menyepelekan woman’s insting. Buktinya adalah walaupun bayi tidak dapat berbicara, wanita dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh bayi itu. That’s a gift from God. Walaupun yaa, ga semua perempuan mau membuka terang-terangan apabila tau telah di bohongi. Sebagian lagi masih berpikir positif dan memasukkan hal tersebut dalam kategori “white lies”. Dari sisi agama, sudah pasti Pangeran harus dapat menjadi imam yang baik untuk keluarganya.

Well, that’s a short story about Prince Charming. Sebenarnya saya hanya melanjutkan benang merah dari impian-impian masa kecil saya. Bukan berarti setelah saya dewasa mimpi itu musnah. Hanya mungkin pencitraannya saja yang berbeda. Salah satunya adalah mengenai pencitraan seorang “Pangeran” di mata saya. Pangeran tidak harus berkuda putih, kan? Saya rasa Pangeran berbaju koko putih saat ini lebih keren, hahaa….

Setiap gadis pasti punya pencitraan sendiri terhadap Pangerannya.

Just write it down and make a wish. The power of law attraction should be working on this, too.😉

L o v e  @chiripaaa

Comments
6 Responses to “Who is the Prince Charming?”
  1. dinie says:

    Alhamdulillaah, I’ve found mine🙂

    Hope you find yours soon, shiva. The one who’ll be your prince charming gonna be so lucky having such a wonderful princess like you ˆ⌣ˆ

  2. Dita says:

    waaa…absolutely agree with you!

    maybe i’ll add a little, hmm… prince charming also someone who feels comfortable around our family, someone who doesn’t need to say that he loves us everyday but we can feel it through his acts.
    yang jelas paling PENTING dari laki-laki itu yang dipegang adalah komitmennya.. haha..

    hope we’ll find our prince charming soon bebiii…..Amin…:)

    • Siva says:

      Of course my bebiii! Prince charming is having thousand ways to say that he loves us and He isn’t only love us but also our family. hehehe.. Love is “More than words”.

  3. aulleaul says:

    So boys, please don’t act like you are the only one cool guy in this world to attract the girl, believe me, it’s disgusting. ——–> Ouch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
  • My Wedding Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
%d bloggers like this: