Happy Birthday, Mom!

Selamat ulang tahun Mama! Semoga selalu di rahmati oleh Allah, selalu dalam lindungannya dan sehat selalu.

Aamiin.

Mungkin ulang tahun kali ini agak berbeda karena ketiadaan sang Ayahanda tercinta yang menyebabkan virus-virus rindu hebat dihati kami. Fatalisme lainnya adalah saya, sebagai anak gadis satu-satunya tidak berada dirumah untuk merayakannya bersama Mama, dikarenakan nasib yang mengharuskan saya mencari sesuap es krim dan satu truk sushi salmon favorit saya. But, it’s ok, happiness is about gratefulness, right? Apapun yang ada pada diri kita itu patut kita syukuri. Termasuk gagalnya keberangkatan abang saya ke kepulauan Riau karena tak dapat tiket pesawat. Hikmahnya? Yaa, masih sempat ngerayain ultah Mama dong… hahaha…

Di tengah kesibukan saya mengurus diri saya sendiri di kota perantauan ini, terkadang saya merasa bersalah terhadap Mama, karena jika saya sedang kecapean saya menanggapi telefon beliau dengan nada datar seperti Zordon (ayayaayyy!). Dan pada suatu pagi seorang teman saya  bernama Ericko (sebut saja begitu) mengirimkan cerita pendeknya kepada saya, sebenernya sih udah dari malam sebelumnya, sayangnya saya sudah tidur dengan cantiknya dengan TV dan lampu kamar menyala. *nyengir kuda*

Ceritanya begini:

Alkisah hiduplah seorang anak. Anak tersebut bernama Yufa. Saat ini dirinya adalah seorang wanita karir mandiri yang sering keluar negeri. Kesibukannya terlihat dari jarangnya Yufa balik kerumah orang tuanya.

Suatu hari, sang Ibu menelepon Yufa, “Nak, kapan kamu pulang? Sudah lama Bunda tidak ketemu kamu…”

“Ya bunda, aku usahakan minggu ini aku pulang…”

Sejenak Yufa mengenang masa lalunya, Yufa teringat dengan kenangan sebuah keluarga yang bahagia. Saat dimana Ayahnya masih ada dan setia mengajari dirinya bermain sepeda. Pikiranpun berlanjut terbang mengingat akan perjuangan Ayahnya yg mendidiknya dalam menjalani karir kehidupan. Kesabarannya, kebaikannya merupakan kenangan yg tidak dapat Yufa lupakan…

“Nak…nak….kamu masih disitu?”,

“Eehh…yaa Bunda! Aku dengar..”

“Ya sudah, kalau begitu Bunda tunggu ya minggu ini…”

“Ya Buun…”, jawab Yufa.

Sesaat setelah menelepon, Yufa pun langsung memesan tiket pulangnya.

Beberapa hari kemudian..

“Tidak ada yang berubah ya? Semua seperti kembali ke masa lalu.. letak tumbuhan, perabotan, hingga……eh!”, ucap Yufa.

“Dimana kotak kecil yg berwarna emas itu??”, tanya Yufa. “Setau aku Ayah tidak pernah memindahkan kotak tsb dari samping tempat tidurnya…

Yufa ingat bahwa kotak kecil tsb merupakan benda kesayangan ayahnya. Pernah sekali waktu Yufa bertanya kepada Ayahnya, “Yah…benda apa itu?? Isinya apa yah??”

Telah beribu kali sang ayah menjawab, “Benda ini adalah bendaku yg paling berharga dalam hidupku..”. Rasa penasaranpun semakin timbul… kemanakah kotak kecil itu sekarang?

Dengan waktu yg begitu singkat, Yufapun hanya tinggal sebentar.

Tidak lama kemudian,  Ia bersegera pamit kepada sang bunda..

“Hati-hati ya nak…”, pesan sang bunda.

“Ohh begitu cepat waktu berlalu..”, Yufa merasa bahwa hidup itu sungguh singkat..orang yg kita sayangi pergi satu per satu..

Sesaat sampai ke rumah, Yufa melihat surat yg tertempel di depan pintu rumahnya, tulisan tersebut –>
“Kepada Ibu Yufa, ada paket kiriman untuk Anda. Silahkan ambil di kantor pos pusat..”

Disitu tertulis “kepada Yufa, dari Ayahanda..”

Tidak habis pikir, Yufa pun bersegera pergi ke kantor pos yg tertulis disurat tersebut.

Akhirnya, paket kiriman dari Ayahanda itupun sampai ke tangan Yufa..”Bagaimana ini bisa sampai? Sedangkan Ayahanda telah lama meninggal..”

Memang tertulis jelas bahwa paket ini telah lama dikirim oleh pengirimnya, bedanya si pengirim memang sengaja untuk menjadwalkan pngiriman paket tersebut.

Sshhreeekkkkkkk…..!!! –> suara dr sobekan bungkusan paket tersebut. Yufa melihat kotak kecil usang berwarna emas. Dan kotak itu adalah kotak berharganya Ayahanda Yufa..

Sempat terdiam sejenak sebelum Yufa memberanikan diri untuk membaca notes yg trcantum didalam kotak tsb.

“Untuk anakku tersayang, Yufa…bagi siapapun yang menemukan kotak ini, harap diberikan kepada Yufa..bidadariku..”

Begitulah tulisan sebelum akhirnya Yufa membuka kotak kecil itu..dan kembali, Yufa menemukan secarik kertas kecil..tulisannya :

“Untuk hartaku yang paling berharga, anakku, Yufa..Terima kasih engkau telah meluangkan waktu untukku..”

Membaca tulisan itu, yufa terdiam..dan segera memegang handphone dan menekan tombol, “Halooo jeng, bsk aku cuti ya..cuti 3 hari..”, “Wah kok mendadak? Besok ada rapat penting jeng..”

“Tidak, besok ada yang lebih penting..”

Akhirnya Yufa booking flight untuk balik kembali ke kampungnya, dan sesegera mungkin bertemu bundanya..

*Sahabat, pesanku yaitu jangan sia-siakan waktu..*

-end

Nah, cerita ini makin mengingatkan saya agar menghargai waktu. Selagi masih bisa bercengkrama dengan Mama lewat telefon, selagi masih bisa mendengar suara Mama, selagi masih bisa curhat sama Mama, selagi masih bisa mendengar omelan-omelan Mama, selagi masih bisa membuat Mama tersenyum…

Saya akan manfaatkan waktu itu sebaik mungkin.

Thank you so much for the story, boy….^^

L o v e @chiripaaa

Comments
2 Responses to “Happy Birthday, Mom!”
  1. erick azof says:

    Right! hingga pada akhirnya tidak ada rasa penyesalan yang keluar dari mulut kita😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
  • My Wedding Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
%d bloggers like this: