Untitled

Pernah melukiskan roman picisan pada pilar rindu?

Berusaha menyisipkan huruf diantara bilangan biner.

Melabuhkan labuhan yang tak mempunyai dermaga.

Nyaris mustahil namun terdengar lebih realistis dari kawanan metafora.

 

Aku merasa sedikit gila.

Seperti bertemu pada Dementor berwajah manusia.

Lebih memabukkan daripada minum arak bersama bocah tua nakal.

Tak bisa memecahkannya dengan logaritma.

Tau kenapa?

Karena cinta memang bukan sekumpulan logika.

 

Aku menari dibawah remang lentera.

Berteriak namun tak bersuara.

Berusaha  mencari jawaban dalam kilasan de javu.

Dimana perut bumi telah melumat cinta dalam kenangannya.

Menatap mata yang kehilangan cahaya.

 

Diantara pilar-pilar rindu.

Dalam jengah yang tak pernah tahu.

Cinta merenggut malu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
  • My Wedding Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
%d bloggers like this: