Only Dead Fish Go With the Flow

Aku menuangkan sedikit tuah dalam gelasku. Mencoba meminimalisir kemungkinan terjadinya anomali. Aku mulai berani melawan arus saat ini. Karena aku kembali disadarkan bahwa akan ada banyak tangan yang menopangku dari belakang dan siap menangkapku saat jatuh. Untuk apa aku takut untuk membela apa yang menurutku benar? Seperti kata abangku, “Kalau kita benar, Allah bersama kita.” Yah… aku tak merasa sesuci itu. Tapi aku juga tidak perlu merasa bersalah dan menundukkan wajahku. Because, I realize lately, only dead fish go with the flow.

Aku selalu berpikir setiap orang itu pada dasarnya baik. Tapi ternyata kebaikan itu mungkin tidak lebih berarti dibandingkan dominasi nafsu yang memang ditanamkan pada setiap pribadi manusia. Aku jadi teringat apa pendapat orang-orang Atheis mengenai Perang Salib. Perang yang katanya dilandasi akan kepentingan agama menurut mereka hanyalah alasan yang dibuat-buat. Karena pada dasarnya kota Yerusalem, kota kelahiran Yesus, yang pada saat itu telah dikuasai oleh Khalifah Islam dan dihiasi banyak Mesjid telah menyebabkan umat kristiani merasa krisis identitas dan gelisah mencari pemicu agar kekuasaannya bisa diraih kembali. Kemudian ide yang menurut para Atheis merupakan ide paling gila dan menyesatkan  yang dicetuskan oleh Paus Urban adalah barangsiapa yang mengikuti Perang Salib, maka tiket masuk surga sudah ditangan. Well, para Atheis menganggap pada dasarnya manusia hanya membela kepentingan mereka masing-masing bukan karena hal lain, apalagi agama.

Sempat terpikir olehku, bagaimana jika itu benar? Bagaimana jika banyak orang di Negara kita yang mayoritas muslim ini ternyata memiliki pemikiran layaknya orang Atheis tanpa mereka sadari? Bagaimana jika banyak pemimpin yang mengatasnamakan kepentingan orang banyak pada dasarnya hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri? Karena aku baru menyadari, di dunia baru yang aku masuki, ternyata kehormatan dan kekuasaan menjadi bidikan utama seperti yin dan yang. Sesuatu yang membuat mereka seperti koin yang mempunyai dua wajah yang bertolak belakang. Entahlah, mungkin aku sedikit berlebihan dalam menginterpretasikannya. Tapi sepertinya interpretasi ini masih terlalu sopan dibandingkan apa yang mereka kerjakan dibalik senyum innocent-nya.

Hal lain yang cukup menggelitik adalah menemui beberapa orang yang penggambarannya mungkin bisa di dengar dari lagu Slank, “Tong Kosong Nyaring Bunyinya.” Dimana ada orang yang banyak bicara tapi tak ada isinya. Lebih kasihan lagi, dengan posisi seperti itu, masih belum mau belajar dan masih juga haus penghormatan. Tuh kan, lagi-lagi “Penghormatan”. Sepertinya “Penghormatan” bisa jadi agama baru dengan kiblat “Kekuasaan”.

Saat ini, mungkin banyak orang yang terlena dengan penghormatan dan kekuasaan yang mereka miliki tanpa memikirkan kepentingan-kepentingan lain yang ada disekitar mereka. Mereka senang dilayani sembari menimbun lemak dalam perut-perut mereka yang buncit. Dan larangan terjadinya conflict of interest yang tercantum didalam Good Corporate Governance bagaikan teriakan anak kecil yang tidak perlu dihiraukan. Lalu kemana idealisme yang mungkin ada pada saat mereka menduduki bangku kuliah? Pada saat mereka memakai jaket almamater dan berdemonstrasi menuntut keadilan. Beberapa tahun kemudian, saat mereka telah mendapatkan kedudukan yang melahirkan penghormatan dan kekuasaan, idealisme itu hanya seperti remah-remah kue dalam pesta pora alam pikiran mereka. Terkubur dalam limbo yang paling menyesatkan.

Aku sendiri tak tau mengapa aku menulis ini. Mungkin apabila dilain waktu aku membacanya lagi. Tulisan ini akan mengingatkan aku, untuk selalu memegang prinsipku dimanapun aku berada walaupun mungkin arus yang kutantang akan lebih besar dari waktu ke waktu. Lalu, siapapun kamu nanti yang akan menjadi pemimpin dalam rumahku. Semoga bukan termasuk orang-orang yang senang menaikkan dagunya tinggi-tinggi dan haus akan penghormatan. Amin.

L o v e @chiripaaa

Comments
3 Responses to “Only Dead Fish Go With the Flow”
  1. Rahma says:

    Kalimat-klimat terakhirnya manis banget sih Shiva….. Take a good care for your self ya diperantauan : )

  2. aulleaul says:

    what a lovely yet serious reading
    thanks siv, love you tons😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
  • My Wedding Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
%d bloggers like this: