Apocalypse 2012

Hai there!

Sudah lama sekali sepertinya aku tidak menulis. Kesibukan menenggelamkan waktuku. Sekalinya dapat waktu senggang aku lebih memilih untuk terbenam di balik selimut sambil bermain LINE POP atau LINE BUBBLE. Benar-benar tidak produktif yaa… Hehee..

Semoga waktu yang ter-skip ini tidak mengurangi skill menulisku yang sebenarnya juga masih pas-pasan. *nyengir lebar*

Baiklah, mulai dari mana ya? Sepertinya banyak sekali adegan yang terlewatkan berputar-putar di kepalaku. Mungkin aku bisa mulai dengan kilas balik 2012. Seperti yang umumnya dilakukan orang-orang di awal tahun, mencoba untuk mengevaluasi dan mengintrospeksi diri. Pergantian tahun untukku tidak sebatas gegap gempita melihat orang-orang bakar duit (read: kembang api) tapi juga sekaligus menekan tombol refresh pada seluk beluk cereberum otak.  *klik*

Beberapa flash-back tergambar jelas di benakku yang menjadi kesan mendalam sekaligus mengajariku beberapa hal yang akan aku coba paparkan (walaupun jariku sudah mulai kaku menulis) *sigh*:

1.       Hello! Goodbye!

Hello, GoodByeKalau kamu penggemar grup band The Beatles, kamu pasti tau lagu ini. “You say good bye and I say helloo…”. Penggalan lirik itu sempat mengusikku. Pada suatu sore yang sedang hujan, saat pekerjaan lagi numpuk-numpuknya, aku tinggal sendirian di ruang kerjaku. Yaa, mengingatkanku akan satu hal yang pasti akan terjadi: “There is a Hello before GoodBye “ and vice versa. Beberapa kali ada mutasi pekerja di kantorku, ada juga yang memasuki masa pensiun, lingkungan yang sudah seperti keluarga satu persatu berganti personel, lalu kembali beradaptasi dan begitu seterusnya. Teringat juga oleh alm. Papa, yang biasanya menelponku hampir setiap hari, rajin mengirimiku sms terutama pada saat aku sedang patah hati, saat ini semuanya hanya tinggal kenangan yang amat indah di dalam relung hatiku. Menyesal? Tidak, that’s a circle of life. Karena aku menyadari siklus itu. aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayang (walaupun masih banyak kekurangan sih), karena belum tentu esok hari akan tetap menjadi “Hello” bukan “GoodBye”. Right?

2.       Time is Running Out!

Pernah tidak kamu terbangun di hari ulang tahunmu dan tersentak menyadari kalau kamu telah tumbuh dewasa. Melihat dinding kamarmTime is Running Outu dimana bergantung foto-foto masa kecilmu yang postur tubuhnya jauh berbeda dengan postur tubuhmu saat terbangun. Seluruh atmosphere kamarmu yang dulunya penuh dengan pajangan boneka saat ini mungkin malah ingin sebanyak mungkin memasang foto dengan kekasih? Yup, ini juga yang tak bisa dihindari. Berlarinya waktu. And then what I’ve done so far? Maybe, there are a lot of mistakes that can’t be undone. Tipe pemikir dan perfeksionis yang sedikit membujur ke arah kiri macam diriku seringkali lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain dibandingkan dengan kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri. Padahal Allah juga Maha Pemaaf kan? Sekelebat terbayang kebodohan-kebodohan yang aku lakukan, seperti salah ngomong saat nge-MC, salah memberikan analisis di kantor, atau salah bersikap di depan para boss-boss, semuanya menghantuiku kecuali saat aku tertidur. Makanya, kalau sedang terpikir masalah aku lebih sering tidur dan tidur. Tidur seperti pelarian kecil yang masuk ke dalam Limbo sebelum menghadapi kenyataan dan berusaha memaafkan diri sendiri (lagi). Hehee… Intinya sih aku berusaha untuk berpikir positif (walaupun memang tak semudah ucapan).

Never regret anything that has happened in your life. It can’t be changed, undone or forgotten. Just take it as a lesson learned and move on!

3.       Baby, baby, baby, ooohh!

Arabian BabyNo, no, no, ini bukan penggalan lagu Justin Bieber yang saat ini makin hot dengan kekasihnya Selena Gomez. Ini menggambarkan time-line di Facebook-ku. All about marriage and born a baby, sepanjang tahun, bayangkan. Ini berita menggembirakan sekaligus membuatku seperti dikejar Dementor. Well, memang di “twenty something” sudah pantas untuk menggandeng status “Nyonya”. Tapi aku juga tidak menyangka flooding timeline nya se-WOW ini. Ternyata banyak teman-temanku memilih untuk mengakhiri masa lajangnya di usia yang masih terbilang muda. Pernah dalam satu minggu aku mendapatkan delapan invitations via FB  maupun dalam bentuk undangan yang dikirimkan kepadaku. Entah aku yang terlalu pandai bergaul atau ini hanya suatu pertanda untuk mengingatkanku agar jangan terlalu sering bermain game dan mulai menetapkan dimana hatiku akan berlabuh untuk terakhir kali. (Cieee…)

Topik mengenai pernikahan tak lepas dari hari-hariku. Ditambah lagi karena keingintahuanku tentang dunia pernikahan yang tumbuh semakin besar. Aku memfollow beberapa orang yang sangat amat mengkampanyekan kesegeraan untuk menikah (sebut saja @felixsiauw, @ipphoright). Beberapa alasan yang mereka kemukakan yang masuk ke kepalaku yaitu tentang sempurnyanya agama setelah menikah, menikah itu membuka pintu rezeki, menikah itu menentramkan, dan banyak efek samping positif lainnya. Lalu, seperti virus yang perlahan terinjeksi pada pembuluh darahku: Ya, aku-ingin-segera-menikah.

All right then, tiba-tiba aku kehabisan kata-kata untuk menutup tulisanku kali ini. Sepenggal melodi di tahun 2012 telah mengajarkanku beberapa hal yang berarti.

Now, I still growing up. Let’s enjoy every up and down process, that’s gonna be wonderful Journey.

Happy New Year 2013!

See you when I see you. S m  o o c h…..

 

L O V E @chiripaaa

Comments
2 Responses to “Apocalypse 2012”
  1. kang Rahmat says:

    wih.. mengutip kata-kata “let’s enjoy every up and down process, that’s gonna be wonderful journey” Kereeenn

    Btw. salam kenal mbae mpunya blog, ijin melipir diblog sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
  • My Wedding Daisypath

    Daisypath Anniversary tickers
%d bloggers like this: